Pembangunan Camp Sihayo dan Perbaikan Camp Sambung

Seperti telah diberitakan pada bulletin Barita Sorikmas Edisi September 2011, PTSM mulai melakukan perbaikan Camp Sambung dan membangun kembali Camp Sihayo. Kegiatan pembangunan dan perbaikan camp ini sampai sekarang masih berlanjut. Seluruh bangunan menggunakan konstruksi kayu. Lalu, dari manakah kayu itu diperoleh?

Sebenarnya, di sekitar lokasi Camp Sambung dan Camp Sihayo masih banyak pohon hutan yang dapat dijadikan papan, kaso dan balok. Namun PTSM tidak melakukan hal tersebut. Sebagai perusahan pertambangan yang ramah lingkungan dan menghormati peraturan perundangan yang berlaku, PTSM tidak menebang hutan untuk memperoleh kayu yang akan digunakan untuk memperbaiki Camp Sambung dan membangun kembali Camp Sihayo. Papan, kaso dan balok yang digunakan dibeli dari toko bahan bangunan yang memiliki izin, sehingga asal-usul kayu tersebut jelas.

Upaya membeli kayu yang berijin dan jelas asal usulnya ini juga merupakan bentuk lain dari penerapan pembangunan berkelanjutan. Apalagi pengangkutan bahan bangunan dari Panyabungan ke lokasi Camp Sambung dan Camp Sihayo ini menggunakan helikopter yang biasa sewanya sangat mahal. PTSM lebih memilih menggunakan sarana transportasi yang mahal daripada harus membuka hutan untuk membuat jalan yang akan digunakan untuk mengangkut kayu dengan truk misalnya. Ini pilihan yang tidak ekonomis, tapi efektif untuk memelihara kelestarian hutan. Memang sebagai akibatnya, harga bahan bengunan tersebut menjadi sangat mahal, tapi PTSM lebih mengambil pilihan ini karena alasan memelihara lingkungan hidup.

Di kedua camp ini juga dibangun beberapa sarana untuk buang air besar dan air kecil. Sesungguhnya, bisa saja karyawan PTSM dan karyawan kontraktor buang air besar dan air kecil dimana saja di kawasan hutan. Namun, kegiatan seperti itu jelas tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, PTSM membuat lubang septic tank untuk menampung limbah manusia itu. Ini adalah bentuk lain dari perwujudan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Di kedua camp ini juga PTSM menyediakan tempat-tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik dan sampah unorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk, dan sampah ditangani khusus. Ini juga bentuk lain dari perwujudan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Pendek kata, pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dan karyawannya, PTSM selalu mempertimbangkan keberlangsungan pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta menghormati semua peraturan perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. PTSM boleh saja melakukan berbagai kegiatan pembangunan, namun selalu mengingat bahwa usaha pemanfaatan sumberdaya alam ini tidak mengorbankan generasi mendatang. Inilah contoh nyata dari penerapan pembangunan berkelanjutan.

Comments are closed.