PERDAMAIAN ANTARA PTSM DENGAN WARGA HUTAGODANG MUDA

Peristiwa pembakaran Camp Sihayo oleh sejumlah warga Hotagodang Muda (Tanotiris), Kecamatn Siabu, Kabupaten Madina telah mengakibatkan kerugian kepada PTSM senilai Rp70 milyar, terdiri dari musnahnya prasarana dan sarana ekplorasi, peralatan eksplorasi dan kantor, serta 25% dari seluruh jumlah conto batuan hasil pemboran (core) yang rusak. Jumlah ini merupakan kerugian yang tidak sedikit, belum lagi nilai kerugian waktu karena PTSM kehilangan kesempatan melakukan pemboran ekplorasi selama berbulan-bulan sampai sekarang.

Tiga bulan setelah peristiwa pembakaran Camp Sihayo (29/05), PTSM dan 6 (enam) warga Hutagodang Muda yang ditahan sebagai tersangka pelaku kerusuhan tersebut akhirnya pada tanggal 24 agustus 2011 menandata-ngani Surat Perdamaian, disaksikan oleh 7 (tujuh) tokoh masyarakat, termasuk Kepada Desa Hutagodang Muda, Zulkarnaen Lubis. Proses perdamaian ini difasilitasi oleh Muspida Kab. Madina dan serta instansi terkait lainnya.

Secara singkat isi Surat Perdamaian itu memuat hal-hal sebagai berikut:

Pihak 6 TERSANGKA dan warga Hutagodang Muda yang diwakili 7 tokoh masyarakat tersebut:

  • Tidak akan mengulangi perbuatan yang sama pada masa yang akan datang.
  • Tidak akan menghilangkan barang bukti.
  • Tidak akan melarikan diri dan bersedia dipanggil oleh aparat penegak hukum sewaktu-waktu diperlukan.
  • Bersedia mendukung dan mengi zinkan secara sosial PTSM melanjutkan kegiatan operasionalnya paling lambat akhir September 2011.
  • Bersedia mencabut tuntutannya kepada PTSM yang disampaikan melalui ASMASY pada tanggal 1 Maret 2011 karena PTSM tidak mampu untuk memenuhi tuntutan tersebut.
  • Bersedia mencabut surat Pemberitahuan Sanksi bagi warga yang ketahuan kedapatan mengangkut atau memperlancar pengadaan logistik PTSM.
  • Seluruh kelompok yang ada di Desa Hutagodang Muda bersedia mengadakan rekonsiliasi berdasarkan semangat Dalian Natolu.

Pihak PTSM bersedia:

  • Mengeluarkan surat pernyataan tidak keberatan terhadap pengalihan status tahanan keenam orang tersebut dari tahanan rutan menjadi tahanan rumah.
  • Membuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga Desa Hutagodang Muda, sesuai dengan kemampuan atau keahliannya.
  • Bersedia memelihara/menyediakan fasilitas umum yang ada hubugannya dengan kegiatan operasional PTSM di Desa Hutagodang Muda.
  • Apabila berdasarkan investigasi pemerintah, kehidupan dan peng-hidupan masyarakat terganggu disebabkan dampak operasional PTSM, maka Perusahaan bertanggungjawab memberikan ganti rugi kepada masyarakat Desa Hutagodang Muda.
  • Bersedia memberikan bantuan berupa program/kegiatan bagi masyarakat Hutagodang Muda sesuai dengan kemampuan PTSM yang dituangkan dalam kesepakatan lebih lanjut diantara kedua pihak.

Alhamdulillah, dengan semangat pendekatan konflik yang berbasis kepentingan bersama dan kearifan budaya lokal, maka perdamaian ini telah tercapai. Keenam warga Hutagodang Muda tersebut dapat menunaikan Puasa Ramadhan dan merayakan Idul Fitri bersama keluarganya masing-masing.

Semoga mereka dan kita semua telah kembali kepada keadaan Fitri atau Suci, seperti sehelai kertas yang masih kosong, bersih, tanpa coretan yang buruk setelah melewati masa ujian kawah candradimuka kehidupan, yaitu puasa Ramadhan sebulan penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


× seven = 49

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>