Studi Banding ke Proyek Pertambangan Toka Tindung

Studi banding ke Proyek Pertambangan Emas dan Perak Toka Tindung di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara telah dilakukan. Delegasi yang terdiri dari 5 kepala desa dan 5 tokoh masyarakat dari desa Humbang I, Tambiski Nauli, Banua Rakyat, Banua Simanosor dan Tarutung Panjang, Camat Nagajuang, 1 Kepala Seksi dan 1 Inspektur Tambang dari Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Madina, 2 anggota DPRD Kabupaten Madina, seorang wartawan dan 3 staff senior PT Sorikmas Mining telah kembali ke Kabupaten Madina. Studi Banding yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 15 September 2011 (termasuk waktu perjalanan) ini telah memberikan pencerahan melalui pengalaman melihat langsung prasarana dan sarana penambangan dan pengolahan emas dan perak, termasuk kunjungan ke lubang tambang (mining pit) Toka Tindung, kolam dan instalasi pengolahan air baku industri, bendung penampungan pasir sisa tambang atau sirsat (tailing dam), pabrik pengolahan emas dan perak, fasilitas kantor dan pondok karyawan dan pertemuan dengan tokoh masyarakat lingkar tambang serta aparatur pemerintah dari kedua daerah, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara. Kebanyakan peserta studi banding berpendapat bahwa ternyata industri pertambangan emas tidak mengerikan seperti yang digembar-gemborkan oleh sejumlah kelompok anti tambang. Dampak-dampak negatif yang selama ini mereka dengar dari kelompok anti tambang tidak ditemukan di Toka Tindung.

Pada kesempatan pertemuan dengan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Sulawesi Utara, mereka mendapatkan informasi bahwa PT Newmont Minahasa Raya tidak terbukti mencemari Pantai Buyat sebagaimana dituduhkan sejumlah kelompok anti tambang, dan bahkan program rehabilitasi tambang PT NMR kini menjadi contoh di negeri ini.

Kegiatan studi banding ini juga didokumentasikan dalam bentuk video yang akan disosialisasikan kepada masyarakat.

Comments are closed.