Tahapan Kegiatan Usaha Pertambangan: Eksplorasi

Karyawan PTSM dan para pemangku kepentingan sekalian, untuk memahami usaha pertambangan kita harus mengetahui tahapan-tahapan proyek pertambangan. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam usaha pertambangan, sebagaimana telah disinggung pada Volume I Edisi 1 Barita Sorikmas pada bulan Agustus 2011 yang lalu:

  1. Tahap Penyelidikan Umum (General Survey)
  2. Tahap Eksplorasi (Exploration)
  3. Tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study), termasuk AMDAL
  4. Tahap Konstruksi (Construction), yaitu pembangunan prasarana dan sarana usaha pertambangan
  5. Tahap Operasi dan Produksi (Operations & Production), yang dulu dikenal dengan Tahap Eksploitasi
  6. Tahap Penutupan Tambang (Mine Closure), termasuk reklamasi, rehabilitasi dan revegetasi

Pada saat ini usaha pertambangan PTSM masih berada dalam Tahap Ekplorasi. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), Eksplorasi diartikan sebagai kegiatan penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menetukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukanya penambangan.
Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya cebakan mineral (bahan tambang) secara rinci, yaitu unutk mengetahui, menemukan, mengidentifikasi dan menentukan gambaran geologi dam pemineralaran berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitaas dan kualitas suatu endapan mineral untuk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara ekonomis.

Tahap Eksplorasi dilaksanakan melalui 4 (empat) kegiatan utama, yakni :
1) Survei Tinjau, yaitu kegiatan eksplorasi awal terdiri dari pemetaan geologi regional, pemotretan udara, pengambilan citra satelit dan metode survei tidak langsung lainnya untuk mengedintifikasi daerah-daerah anomial atau meneraliasasi yang prospektif untuk diselidiki lebih lanjut.
Sasaran utama dari peninjauan ini adalah mengedintifikasi derah-daerah mineralisasi/ cebakan skala regional terutama hasil studi geologi regional dan analisis pengindraan jarak jauh (remote sensing) untuk dilakukannya pekerjaan pemboran. Pekerjaan yang dilakukan pada tahap kegiatan ini adalah pemetaan geologi dengan skala 1 : 25.000 sampai skala 1 : 10.000. Penyelidikan geologi yang berkaitan dengan aspek-aspek geologi diantaranya: pemetaan geologi, parit uji, sumur uji. Pada penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi yaitu dengan melakukan pengamatan dan pengambilan conto yang berkaitan dengan aspek geologi di lapangan. Adapun pengamatan yang dilakukan meliputi: Jenis litologi, mineralisasi, ubahan dan struktur pada singkapan, sedangkan pengambilan conto berupa batuan terpilih. Disamping itu juga dilakukan pembuatan Sumur Uji, Survei Geofisika dengan Induced Polarization (IP) yang lebih dikenal dengan survey geolistrik atau aeromagnetic survey, yaitu survei dari udara menggunakan pesawat terbang (helicopter atau fixed wing) yang dilengkapi dengan perekam magnetic. Hasil dari Survei Tinjau ini berupa sumber daya emas hipotetik sampai tereka.

2) Prospeksi Umum, dilakukan untuk mempersempit dearah yang mengandung cebakan mineral yang potensial.
Kegiatan Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan pengambilan conto awal, misalnya puritan dan pemboran yang terbatas, studi geokimia dan geofisika, yang tujuanya untuk mengidentifikasi besaran Sumber Daya Mineral yang perkiraan dan kualitasnya dihitung berdasarkan hasil analisis kegiatan di atas.
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap Survei Tinjau. Cakupan derah yang diselidikii lebih kecil dengan skala peta antara 1 : 50.000 sampai dengan 1 : 25.000. Data yang didapat meliputi morfologi (topografi) dan kondisi geologi (jenis batuan/stratigrafi dan struktur geologi yang berkembang). Pengambilan contoh pada derah prospek berdasarkan alterasi dan mineralisasi dilakukan secara sistematis dan terperinci untuk analisa di laboratorium, sehingga dapat diketahui kadar/kualitas cebakan mineral suatu daerah yang akan dieksplorasi.

3) Eksplorasi awal, yaitu deliniasi awal dari suatu endapan yang teridentifikasi.

4) Exsplorasi rinci, yaitu tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci dalam tiga dimensi terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari dari percontohan singkapan, paritan, dan lubang bor.

Pada dasarnya pekerjaan yang dilakukan pada tahapan eksplorasi adalah:

  • Pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5.000 sampai 1 : 1.000.
  • Pengambilan conto dan analisis conto.
  • Penyelidikan geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik batuan, untuk dapat mengetahui struktur bawah permukaan serta geometri cebakan mineral. Pada survei ini dilakukan pengukuran topografi, IP, Geomagnit, dan Geolistrik.
  • Pemboran Inti.
    Hasilnya berupa jumlah perhitungan sumberdaya bijih emas terunjuk dan terukur.

Pada akhir tahun 2011, PTSM akan memasuki Tahapan Studi Kelayakan untuk prospek Sihayo dan Sambung. Studi Kelayakan adalah upaya pengkajian mengenai aspek teknik, prospek ekonomis, lingkungan hidup dan lingkungan sosial dari suatu proyek pertambangan dan merupakan dasar keputusan untuk jadi menambang atau tidak. Kajian ini merupakan dokumen yang memenuhi syarat dan dapat diterima untuk keperluan analisa bank atau lembaga keungan lainnya dalam kaitannya dengan pelaksanaan investasi atau pembiayaan proyek. Studi ini meliputi Pemeriksaan seluruh informasi geologi berdasarkan laporan eksplorasi dan faktor-faktor ekonomi, penambangan, pengolahan, pemasaran, hukum atau perundang-undangan, lingkungan hidup, serta lingkungan sosial, yaitu masyarakat lingkar tambang.

Pada edisi ketiga akan dibahas lebih panjang lagi tentang Tahap Konstruksi, dan pada edisi empat akan dibahas Tahap Operasi dan Produksi. Dalam edisi kelima akan dibahas Rencana Penutupan Tambang (Mine Closure Plan) beserta beberapa contoh nyata dari tambang yang sudah tutup.

Comments are closed.