Konsep Dasar Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development) dirumuskan sebagai kegiatan pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Dalam konsep pembangunan berkelanjutan, generasi masa kini bukanlah pemilik sumberdaya alam yang ada saat ini. Generasi sekarang dianalogikan sebagai peminjam sumberdaya alam dari generasi yang akan datang, sehingga dia harus memelihara dan mengembalikan sumberdaya alam itu kepada generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan mengandung makna jaminan mutu kehidupan manusia dan tidak melampaui kemampuan ekosistem untuk mendukungnya. Dengan demikian pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Pembangunan Berkrlenjutan memiliki tiga komponen, yaitu (1) Ekonomi, (2) Sosial dan (3) Lingkungan. Dalam kaitannya dengan usaha pertambangan, perusahaan memang secara ekonomis harus memperoleh untung, namun ia juga harus memberikan manfaat sosial kepada masyarakat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Boleh saja manusia menambang pasir, batu, migas dan mineral, namun kegiatan penambangan ini harus memperhatikan daya dukung alam, teknologi yang digunakan tidak merusak lingkungan, dan pada bekas kegiatan penambangan dilakukan reklamasi, rehabilitasi dan revegetasi (penanaman tanaman kembali).

Dalam penambangan batu gunung, misalnya, manusia harus mengumpulkan tanah pucuk dan tanah lapisan dalam (overburden) untuk disisihkan dan kemudian digunakan lagi untuk reklamasi areal bekas penambangan batu. Areal itu kemudian direhabilitasi dengan menggunakan tanah pucuk, pupuk dan kemudian ditanami dengan jenis tanaman atau pohon lokal, sehingga generasi mendatang akan memperoleh manfaat dari lahan tersebut yang pada saatnya nanti menjadi kawasan hutan.

Hal yang sama harus diterapkan oleh para pengusaha yang menggunakan hutan untuk kegiatan penambangan emas. Ketika menambang bijih emas berupa batuan, tanah pucuk dan tanah overburden disisihkan dan ditempatkan pada suatu tempat tertentu untuk kemudian nantinya digunakan dalam mereklamasi, merehabilitasi dan menghijaukan kembali kawasan tapak sarana dan prarana pertambangan.

Tidak hanya tanggungjawab lingkungan, perusahaan juga harus memberikan manfaat sosial kepada masyarakat sekitar, berupa program-program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Comments are closed.