MAYORITAS KARYAWAN SORIKMAS WARGA MADINA

Ketika sebuah perusahaan masuk ke suatu daerah, yang dipertanyakan oleh tokoh dan warga masyarakat adalah tentang keberpihakan perusahaan kepada masyarakat lokal.  Akankah perusahaan ini membawa manfaat kepada masyarakat lokal?  Pertanyaan seperti ini adalah wajar, apalagi di era keterbukaan seperti pada saat ini, dimana siapapun hampir tidak bisa lagi untuk menutup diri dari pengetahuan umum.

PT Sorikmas Mining (selanjutnya disebut Sorikmas) mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat , baik dalam hal penerimaan karyawan, maupun  dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.  Meski Sorikmas belum memasuki Tahap Operasi & Produksi emas, namun Perusahaan kami sudah melaksanakan program-program pengembangan dan pemberayaan masyarakat.

Demikian halnya dengan penerimaan karyawan, dari 276 orang karyawan Sorikmas, 207 (75%) diantaranya berasal dari Kabupaten Mandailing Natal dan 11 orang (4%) berasal dari kabupaten/kota tetangga.  Kalau tenaga kerja berasal dari Sumatera Utara dapat dikatakan tenaga kerja , maka jumlah tenaga kerja  Sorikmas adalah 79%.  Namun, apabila yang dihitung hanya karyawan yang berasal dari kecamatan-kecamatan lingkar tambang di Kab. Madina, maka persentase tenaga  kami adalah 75%, dan ini sudah 5% lebih tinggi dari target kami, yaitu 70%

.

Mempekerjakan warga masyarakat local lebih menguntungkan bagi Sorikmas.  Selain karena Perusahaan tidak perlu membiayai mobilisasi karyawannya dari luar, yang secara ekonomis lebih menguntungkan, juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerrah setempat.

Keberpihakan kepada masyarakat lokal atau untuk penciteraan Perusahaan?

Alasan memperbanyak karyawan lokal, selama memenuhi kualifikasi yang disaratkan, bukan hanya untuk menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat lokal, tapi juga atas dasar alasan ekonomis.  Dengan semakin banyak warga lokal yang bekerja pada Sorikmas, maka semakin berkurang tenaga kerja dari luar yang kami pekerjakan.  Ini merupakan penghematan, karena warga lokal tidak perlu disediakan rumah, makan dan biaya transportasi.  Pada dunia pertambangan sudah lumrah orang dari luar daerah diterbangkan ke lokasi bekerja, disediakan mess/pondok dan dicukupi makanannya.  Istilah Inggrisnya adalah “Fly-in, Fly Out”, atau diterbangkan masuk ke lokasi kerja dan diterbangkan pulang ke rumahnya.  Sehingga biaya untuk mempekerjakan orang dari luar lebih besar dibandingkan dengan mempekerjakan warga masyarakat .

Dengan demikian, mempekerjakan lebih banyak warga masyarakat lokal itu lebih karena alasan ekonomis ketimbang alasan untuk penciteraan positif Perusahaan.  Di samping itu, dengan lebih banyak karyawan lokal, semakin lebih besar pula daya imbas ekonominya (economic multiflier effect) kepada masyarakat lokalkarena para karyawan  ini membelanjakan pendapatannya di pasar-pasar lokal.

MAYORITAS KARYAWAN SORIKMAS WARGA MADINA

Kabupaten Mandailing Natal 207
Kabupaten/Kota Tetangga 11
Bukan Lokal 52
Tenaga Kerja Asing 6
Jumlah Seluruh Karyawan 276
Siabu Naga Juang Bukit Malintang Huta Bargot
71 30 7 6
Ulu Pungkut Muara Sipongi Puncak Sorik Marapi Sinunukan
1 22 1 1
 Panyabungan Panyabungan Selatan Panyabungan Utara Kotanopan
40 2 9 17
Kabupaten/Kota Tetangga Bukan Lokal TK Asing  
11 52 6  

Comments are closed.