PROGRAM PERTANIAN BERBASIS KEHUTANAN

Kajian dan telaah yang  telah dilakukan sejak tahap dini dari kegiatan PT Sorikmas Mining di Kab. Madina telah menunjukkan adanya alasan untuk munculnya keengganan dan kekhawatiran dari masyarakat lokal dalam kaitannya dengan operasi pertambangan masa depan PT Sorikmas Mining di Kabupaten Madina.

Kebanyakan dari kekhawatiran ini terpusat pada masa depan kegiatan pertanian dan kehutanan oleh masyarakat petani pada lereng dan dataran tinggi (puncak) pegunungan Sihayo dan Sambung. Khususnya tentang kelongsoran tanah dan terpolusinya sungai yang mengalir dari pegunungan yang berfungsi sebagai sumber air minum dan sumber irigasi pertanian yang selalu mereka kemukakan.  Lebih jauh, kontribusi Perusahaan terhadap kesejahteraan umum dan kemajuan masyarakat petani lokal telah dipertanyakan dan diragukan oleh mereka.

Kajian lebih lanjut telah difokuskan pada kekhawatiran ini dengan maksud untuk menjawab isu-isu lingkungan dan lebih khusus lagi untuk meningkatkan posisi dan pendapatan masyarakat petani di masa mendatang.  Kajian-kajian ini telah dilakukan oleh pakar berpengalaman internasional yang memiliki hubungan dengan masyarakat donor dari beberapa negara asing.

Penghapusan atau penurunan kekhawatiran tentang lingkungan seperti stabilitas tanah, erosi dan perlindungan tempat tangkapan air, yang diakibatkan oleh degradasi (penurunan derajat) dan deforestrasi (perusakan hutan) yang disebabkan oleh meluasnya kegiatan pertanian seperti penggantian pohon hutan asli dengan tanaman perkebunan, seperti halnya juga oleh kegiatan pertambangan di masa mendatang pada areal terbatas pada dataran tinggi pegunungan Sihayo dan Sambung adalah merupakan maskud  dari kegiatan Program CSR PT Sorikmas Mining.  Program yang kami rencanakan didasari oleh pembelajaran dari konsep internasional  yang disebut REDD+ yang juga didukung oleh rencana kehutanan pemerintah Indonesia.  REED adalah suatu konsep untuk mengurangi emisi dari penurunan luasan hutan dan penebangan hutan.

Pelaksanaan program penghutanan kembali yang diperluas dan terkendali dengan fokus pada penanaman kembali  dengan pohon-pohon  yang beraneka ragam dipandang bermanfaat terutama bagi masyarakat pertanian dan budidaya-silvo telah kami rancang untuk melibatkan sebanyak mungkin relawan dan warga masyarakat desa serta para perambah hutan.

Bibit-bibit bermutu unggul hampir mustahil didapatkan dalam jangkauan para petani, atau paling tidak ditawarkan dengan harga mahal serta tanpa jaminan atas mutunya.

Beberapa tanaman moderen yang dikelola oleh koperasi-koperasi petani setempat akan dibangun di lokasi-lokasi yang cocok.  Pembibitan ini  akan dipenuhi oleh tanaman induk yang bermutu tinggi dan akan menghasilkan entresses (mata daun pada pohon induk) untuk digunakan dalam inokulasi dari pohon-pohon  yang secara genetis bernilai tinggi dengan pohon anakan lokal.

Target dari petak pembibitan ini adalah untuk menghasilkan pohon-pohon bibit berproduksi tinggi  dari jenis tanaman karet, pohon-pohon buah durian, rambutan, mangga, langsat dan jambu.  Di masa depan beberapa varietas tambahan akan ditambahkan, sesuai dengan kecocokan dan permintaan pasar.

Comments are closed.