SIAPA BILANG KEHADIRAN SORIKMAS TIDAK MEMBERIKAN MANFAAT?

PT Sorikmas Mining (selanjutnya disebut Sorikmas) mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat , baik dalam hal penerimaan karyawan, maupun  dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.  Meski Sorikmas belum memasuki Tahap Operasi & Produksi emas, namun Perusahaan kami sudah melaksanakan program-program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan sorikmas pada tahun 2011, misalnya, telah menghabiskan Rp 1.735.607.250.  Jumlah inipun belum termasuk biaya operasional 1 (satu) tenaga ahli asing, dan beberapa karyawan yang melaksanakan program ini

MAYORITAS KARYAWAN SORIKMAS WARGA MADINA

Ketika sebuah perusahaan masuk ke suatu daerah, yang dipertanyakan oleh tokoh dan warga masyarakat adalah tentang keberpihakan perusahaan kepada masyarakat lokal.  Akankah perusahaan ini membawa manfaat kepada masyarakat lokal?  Pertanyaan seperti ini adalah wajar, apalagi di era keterbukaan seperti pada saat ini, dimana siapapun hampir tidak bisa lagi untuk menutup diri dari pengetahuan umum.

PT Sorikmas Mining (selanjutnya disebut Sorikmas) mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat , baik dalam hal penerimaan karyawan, maupun  dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.  Meski Sorikmas belum memasuki Tahap Operasi & Produksi emas, namun Perusahaan kami sudah melaksanakan program-program pengembangan dan pemberayaan masyarakat.

Demikian halnya dengan penerimaan karyawan, dari 276 orang karyawan Sorikmas, 207 (75%) diantaranya berasal dari Kabupaten Mandailing Natal dan 11 orang (4%) berasal dari kabupaten/kota tetangga.  Kalau tenaga kerja berasal dari Sumatera Utara dapat dikatakan tenaga kerja , maka jumlah tenaga kerja  Sorikmas adalah 79%.  Namun, apabila yang dihitung hanya karyawan yang berasal dari kecamatan-kecamatan lingkar tambang di Kab. Madina, maka persentase tenaga  kami adalah 75%, dan ini sudah 5% lebih tinggi dari target kami, yaitu 70%

.

Mempekerjakan warga masyarakat local lebih menguntungkan bagi Sorikmas.  Selain karena Perusahaan tidak perlu membiayai mobilisasi karyawannya dari luar, yang secara ekonomis lebih menguntungkan, juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerrah setempat.

Keberpihakan kepada masyarakat lokal atau untuk penciteraan Perusahaan?

Alasan memperbanyak karyawan lokal, selama memenuhi kualifikasi yang disaratkan, bukan hanya untuk menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat lokal, tapi juga atas dasar alasan ekonomis.  Dengan semakin banyak warga lokal yang bekerja pada Sorikmas, maka semakin berkurang tenaga kerja dari luar yang kami pekerjakan.  Ini merupakan penghematan, karena warga lokal tidak perlu disediakan rumah, makan dan biaya transportasi.  Pada dunia pertambangan sudah lumrah orang dari luar daerah diterbangkan ke lokasi bekerja, disediakan mess/pondok dan dicukupi makanannya.  Istilah Inggrisnya adalah “Fly-in, Fly Out”, atau diterbangkan masuk ke lokasi kerja dan diterbangkan pulang ke rumahnya.  Sehingga biaya untuk mempekerjakan orang dari luar lebih besar dibandingkan dengan mempekerjakan warga masyarakat .

Dengan demikian, mempekerjakan lebih banyak warga masyarakat lokal itu lebih karena alasan ekonomis ketimbang alasan untuk penciteraan positif Perusahaan.  Di samping itu, dengan lebih banyak karyawan lokal, semakin lebih besar pula daya imbas ekonominya (economic multiflier effect) kepada masyarakat lokalkarena para karyawan  ini membelanjakan pendapatannya di pasar-pasar lokal.

MAYORITAS KARYAWAN SORIKMAS WARGA MADINA

Kabupaten Mandailing Natal 207
Kabupaten/Kota Tetangga 11
Bukan Lokal 52
Tenaga Kerja Asing 6
Jumlah Seluruh Karyawan 276
Siabu Naga Juang Bukit Malintang Huta Bargot
71 30 7 6
Ulu Pungkut Muara Sipongi Puncak Sorik Marapi Sinunukan
1 22 1 1
 Panyabungan Panyabungan Selatan Panyabungan Utara Kotanopan
40 2 9 17
Kabupaten/Kota Tetangga Bukan Lokal TK Asing  
11 52 6  

Penambangan Liar Merugikan Banyak Pihak

Kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kontrak Karya PT Sorikmas Mining semakin marak, khususnya di Kecamatan Naga Juang. Ratusan orang terlibat, termasuk sejumlah oknum aparat keamanan terlibat dalam kegiatan penambangan liar ini.

Kegiatan penambangan liar ini sangat merugikan PTSM. Jutaan dolar telah dikeluarkan perusahaan untuk melakukan eksplorasi, namum wilayah K.K. PTSM dirambah penambang liar. Padahal, melalui K.K. PTSM yang ditandatangani pada 19 Februari 1998, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan PTSM sebagai kontraktor tunggal pertambangan di wilayah K.K. di Kabupaten Mandailing Natal. Continue reading

Pembangunan Camp Sihayo dan Perbaikan Camp Sambung

Seperti telah diberitakan pada bulletin Barita Sorikmas Edisi September 2011, PTSM mulai melakukan perbaikan Camp Sambung dan membangun kembali Camp Sihayo. Kegiatan pembangunan dan perbaikan camp ini sampai sekarang masih berlanjut. Seluruh bangunan menggunakan konstruksi kayu. Lalu, dari manakah kayu itu diperoleh?

Sebenarnya, di sekitar lokasi Camp Sambung dan Camp Sihayo masih banyak pohon hutan yang dapat dijadikan papan, kaso dan balok. Namun PTSM tidak melakukan hal tersebut. Sebagai perusahan pertambangan yang ramah lingkungan dan menghormati peraturan perundangan yang berlaku, PTSM tidak menebang hutan untuk memperoleh kayu yang akan digunakan untuk memperbaiki Camp Sambung dan membangun kembali Camp Sihayo. Papan, kaso dan balok yang digunakan dibeli dari toko bahan bangunan yang memiliki izin, sehingga asal-usul kayu tersebut jelas. Continue reading

Karyawan Baru di PT Sorikmas Mining

Perubahan organisasi terus berlangsung dalam bulan Agustus ini. Sebelas karyawan baru di bagian Corporate Affairs (Business) selain beberapa karyawan baru yang telah bergabung dalam bulan Juli diharapkan akan memberikan dukungan dari sisi hubungannya dengan pemerintah dan dengan masyarakat untuk memperlancar PTSM untuk memasuki tahap-tahap selanjutnya yaitu Tahap Studi Kelayakan, Tahap Konstruksi, dan Tahap Operasi & Produksi. Demikian pula penambahan 14 karyawan di Ekplorasi Blok Selatan menunjukkan meningkatnya kegiatan eksplorasi PTSM disana.

Binson Purba bergabung dengan PTSM sebagai Community Relations Superintendent. Binson mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang geologi serta pengalaman dalam bidang hubungan masyarakat dan pemerintah. Binson bekerja di Hillgrove Resources, sebuah perusahaan tambang, sebelum bergabung dengan PTSM. Continue reading

Studi Banding ke Proyek Pertambangan Toka Tindung

Studi banding ke Proyek Pertambangan Emas dan Perak Toka Tindung di Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara telah dilakukan. Delegasi yang terdiri dari 5 kepala desa dan 5 tokoh masyarakat dari desa Humbang I, Tambiski Nauli, Banua Rakyat, Banua Simanosor dan Tarutung Panjang, Camat Nagajuang, 1 Kepala Seksi dan 1 Inspektur Tambang dari Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Madina, 2 anggota DPRD Kabupaten Madina, seorang wartawan dan 3 staff senior PT Sorikmas Mining telah kembali ke Kabupaten Madina. Studi Banding yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 15 September 2011 (termasuk waktu perjalanan) ini telah memberikan pencerahan melalui pengalaman melihat langsung prasarana dan sarana penambangan dan pengolahan emas dan perak, termasuk kunjungan ke lubang tambang (mining pit) Toka Tindung, kolam dan instalasi pengolahan air baku industri, bendung penampungan pasir sisa tambang atau sirsat (tailing dam), pabrik pengolahan emas dan perak, fasilitas kantor dan pondok karyawan dan pertemuan dengan tokoh masyarakat lingkar tambang serta aparatur pemerintah dari kedua daerah, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara. Kebanyakan peserta studi banding berpendapat bahwa ternyata industri pertambangan emas tidak mengerikan seperti yang digembar-gemborkan oleh sejumlah kelompok anti tambang. Dampak-dampak negatif yang selama ini mereka dengar dari kelompok anti tambang tidak ditemukan di Toka Tindung.

Pada kesempatan pertemuan dengan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Sulawesi Utara, mereka mendapatkan informasi bahwa PT Newmont Minahasa Raya tidak terbukti mencemari Pantai Buyat sebagaimana dituduhkan sejumlah kelompok anti tambang, dan bahkan program rehabilitasi tambang PT NMR kini menjadi contoh di negeri ini. Continue reading

Paradigma Satpam PTSM: Salam, Sapa, Senyum dan Sopan

Bayangan kebanyakan orang ketika kita berbicara mengenai petugas Satpam (Satuan Tenaga Pengamanan) adalah badan kekar, berkumis tebal, galak dan ada juga yang memandang arogan. Bayangan ini dipengaruhi oleh paradigma (cara parbndang) masa lalu tentang centeng, penjaga rumah dan kantor kumpeni (VOC), jawara, jagoan dan sejenis penjual jasa kekuatan otot lainnya.

PTSM tidak akan menerapkan paradigma seperti itu di dalam memilih dan mengangkat calon karyawannya untuk posisi Satpam. Paradigma yang akan diterapkan adalah tenaga satpam harus berpandangan positif terhadap setiap orang yang datang ke perusahaan dengan menerapkan moto: “Salam, Sapa, Senyum dan Sopan”. Oleh karena itu, dalam memilih dan mempekerjakan tenaga Satpam, PTSM tidak menerapkan cara yang asal-asal. Misalnya asal berbadan tegap, berotot kekar dan berkumis tebal. Mereka yang dipilih adalah orang-orang yang berusia maksimum 30 tahun, berpendidikan SLTA bahkan Sarjana Strata 1, cakap dalam berbicara, mempunyai mutu pribadi yang positif (ramah, sopan dan murah senyum), mempunyai pengetahuan dasar tentang keamanan dan pengamanan, berbadan sehat yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan kesehatan oleh laboratirium dan tenaga medis yang dipilih oleh perusahaan. Continue reading

Lokakarya “Team Building” PTSM dan Dinas Pertambangan & Energi

PTSM dan Dinas Pertambangan & Energi Kab. Madina sama-sama berpandangan bahwa kerjasama antara kedua lembaga ini pada masa-masa lalu belum terjalin erat. Keduanya berpendapat perlu berbagai upaya untuk menumbuhkan, memupuk dan mengembangkan semangat kerjasama dalam pelaksanaan semua tahap proyek pertambangan PTSM di Kabupaten Madina ini.

Menyadari hal itu, kedua lembaga tersebut kemudian menyelenggarakan Lokakarya “Team Building (Membangun Kerjasama TIM)” yang dilaksanakan di Panyabungan pada tanggal 11 Agustus 2011. Lokakarya ini dihadiri oleh 7 personil Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Madina dan 8 staff senior PTSM. Continue reading

PERDAMAIAN ANTARA PTSM DENGAN WARGA HUTAGODANG MUDA

Peristiwa pembakaran Camp Sihayo oleh sejumlah warga Hotagodang Muda (Tanotiris), Kecamatn Siabu, Kabupaten Madina telah mengakibatkan kerugian kepada PTSM senilai Rp70 milyar, terdiri dari musnahnya prasarana dan sarana ekplorasi, peralatan eksplorasi dan kantor, serta 25% dari seluruh jumlah conto batuan hasil pemboran (core) yang rusak. Jumlah ini merupakan kerugian yang tidak sedikit, belum lagi nilai kerugian waktu karena PTSM kehilangan kesempatan melakukan pemboran ekplorasi selama berbulan-bulan sampai sekarang.

Tiga bulan setelah peristiwa pembakaran Camp Sihayo (29/05), PTSM dan 6 (enam) warga Hutagodang Muda yang ditahan sebagai tersangka pelaku kerusuhan tersebut akhirnya pada tanggal 24 agustus 2011 menandata-ngani Surat Perdamaian, disaksikan oleh 7 (tujuh) tokoh masyarakat, termasuk Kepada Desa Hutagodang Muda, Zulkarnaen Lubis. Proses perdamaian ini difasilitasi oleh Muspida Kab. Madina dan serta instansi terkait lainnya. Continue reading

Dimulainya Kembali Kegiatan di Prospek Sihayo dan Sambung

Setelah hampir empat bulan dihentikannya kegiatan pemboran ekplorasi di prospek Sihayo dan Sambung sejak kerusuhan 29 Mei 2011, PTSM memutuskan untuk mempersiapkan rencana dimulainya kembali kegiatan tersebut di kedua prospek itu.

Kegiatan yang pertama akan dilakukan adalah pembangunan kembali Camp Sihayo dengan kapasitas yang lebih kecil, yaitu untuk maksimum 50 penghuni, sedangkan Camp yang dulu berkapasitas maksimum 300 penghuni. PTSM juga akan melakukan perbaikan Camp Sambung, khususnya penggantian atap dan dindingnya. Pembangunan kembali Camp Sihayo dan perbaikan Camp Sambung akan dimulai pada minggu ketiga atau keempat bulan September ini. Direncanakan pekerjaan ini akan selesai dalam waktu dua bulan. Continue reading