Penerapan Pembangunan Berkelanjutan dalam Kegiatan Eksplorasi

Eksplorasi bahan mineral itu merupakan bidang ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tujuan dari eksplorasi mineral adalah untuk mencari mineral dalam jumlah yang dapat ditambang secara ekonomis, seperti emas, tembaga, timah hitam (galena), seng, perak, besi, nikel, bauksit dan banyak lagi. Hampir setiap manusia yang ada di planet bumi ini menggunakan beberapa bahan mineral tersebut dan oleh karenanya setiap orang di planet ini terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam ekplorasi mineral.

Eksplorasi mineral secara umum dimulai dengan mengumpulkan beberapa conto batuan kecil, tanah dan endapan sungai dari permukaan tanah dengan menggunakan alat pencungkil, mattock (palu khusus) dan kantong conto. Jika mineralisasi terdeteksi pada conto-conto yang diambil dari permukaan tanah tersebut, maka lobang uji (test pits) atau galian (trenches) dapat digali untuk mendapat sumber mineral di dalam batu dasar. Continue reading

Pemboran Eksplorasi PT Sorikmas Mining Aman

Dalam industri pertambangan, pemboran adalah kegiatan paling penting pada tahap eksplorasi. Tujuan utama dari pemboran eksplorasi adalah mengambil dan merekam data geologi yang ditembus alat bor. Data ini berupa rekaman catatan hasil pengamatan pada pemboran Eksplorasi PT Sorikmas Mining Aman dari contoh batuan (core) yang diambil, khususnya sifat atau ciri batuan (litologi) serta gejala geologi lainnya.

Core inilah yang dikirim ke laboratorium untuk diuji kandungan emasnya. Kegiatan pemboran ini memungkinkan kami untuk mengetahui apa yang ada di bawah permukaan tanah dan apakah ada kandungan emas di bawah tanah lokasi proyek. Continue reading

Lumpur Pemboran Yang Ramah Lingkungan

Pemboran ekplorasi untuk pertambangan emas biasanya menembus batuan yang keras. Kalau pemboran dilakukan tanpa bahan pendingin dan pelicin, maka batang bor yang berupa pipa dapat menjadi panas dan mudah patah.

Oleh karena itu, dalam pemboran yang menembus batuan ini digunakan bahan pendingin dan pelicin berupa lumpur pemboran atau dikenal dengan drilling mud. Continue reading

Konsep Dasar Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development) dirumuskan sebagai kegiatan pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Dalam konsep pembangunan berkelanjutan, generasi masa kini bukanlah pemilik sumberdaya alam yang ada saat ini. Generasi sekarang dianalogikan sebagai peminjam sumberdaya alam dari generasi yang akan datang, sehingga dia harus memelihara dan mengembalikan sumberdaya alam itu kepada generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan mengandung makna jaminan mutu kehidupan manusia dan tidak melampaui kemampuan ekosistem untuk mendukungnya. Dengan demikian pengertian pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pada saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Pembangunan Berkrlenjutan memiliki tiga komponen, yaitu (1) Ekonomi, (2) Sosial dan (3) Lingkungan. Dalam kaitannya dengan usaha pertambangan, perusahaan memang secara ekonomis harus memperoleh untung, namun ia juga harus memberikan manfaat sosial kepada masyarakat, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Continue reading

Gempa Bumi Bukan Karena Pengeboran

Kita sudah sering merasakan adanya gempa atau mendengar tentang gempa bumi. Namun sangat jarang kita melihat ada beberapa jenis gempa yang kita alami. Semua gempa memang menyebabkan goyangan pada bumi dan bangunan yang berada di atasnya. Namun tidak semua goyangan disebabkan oleh hal yang sama.

Secara teori ada beberapa jenis gempa yang bisa dilihat dari genesa kejadiannya, besar kekuatannya, juga bisa dilihat dari fenomenanya. Continue reading

Bahaya Penggunaan Air Raksa Pada Pertambangan Tradisional

Apa itu Air Raksa atau Merkuri?

Air raksa atau merkuri adalah sebuah elemen yang berasal dari kerak bumi. Manusia tidak bisa menciptakan atau memusnahkan merkuri ini. Merkuri termasuk salah satu logam berat, dengan berat molekul yang tinggi.

Merkuri adalah logam yang ada secara alami dan satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu kamar. Logam murninya berwarna keperakan, cairan tak berbau, dan mengkilap. Bila dipanaskan sampai suhu 357 oC, air raksa akan menguap dan akan meleleh pada suhu -38,9 oC. Bentuk-bentuk lain dari merkuri secara alami dapat ditemukan dalam elemen-elemen yang dapat dijumpai di udara, air, dan tanah yang dapat berbentuk elemen atau logam merkuri, senyawa-senyawa merkuri anorganik dan merkuri organik. Continue reading

Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Apakah AMDAL itu?
AMDAL merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.

AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Hal-hal yang dikaji dalam proses AMDAL adalah aspek (1) fisik-kimia, (2) ekologi, (3) sosial-ekonomi, (4) sosial-budaya, dan (5) kesehatan masyarakat sebagai pelengkap studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Continue reading

Lingkungan

Sorikmas akan menggunakan seni teknologi dan pengolahan kelas dunia ketika kami membangun tambang. Kami akan melampaui standard minimum dalam kaitannya meminimalkan dampak lingkungan dan akan merehabilitasi semua lahan yang langsung terkena dampak oleh kegiatan pertambangan yang kami lakukan. Kami akan menempatkan program pengujian yang ketat untuk memastikan bahwa kualitas udara dan air di wilayah sekitar tambang tidak terpengaruh oleh kegiatan kami.

Meskipun kami belum memulai konstruksi, kami sudah mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan rehabilitasi lahan dengan bekerja bersama masyarakat untuk mendirikan tempat pembibitan tanaman dan pohon untuk merevegetasi lahan yang terkena dampak pertambangan. Continue reading

Hama Keong Mas Yang Menguntungkan

Keong mas merupakan salah satu hama yang sangat merugikan bagi petani terutama pada tanaman padi. Tingkat penyerangan hama keong mas pada tanaman padi saat ini cukup tinggi terutama pada lahan sawah yang ada saluran irigasinya. Biasayanya serangan keong mas ini dapat kita lihat pada saat di persemaian sampai tanaman berumur dibawah 4 minggu setelah tanam.
Pada tanaman dewasa, gangguan keong mas hanya terjadi ada anakannya saja sehingga jumlah anakan yang produktif menjadi berkurang. Hal ini akan menyebabkan tingkat produksi panen akan berkurang.
Perkembangbiakan keong mas ini tergolong cepat, mulai dari bertelur hingga menetas hanya membutuhkan waktu 4 – 7 hari (Pitojo, 1996). Satu ekor keong mas betina juga mampu menghasilkan 15 kali bertelur selama satu siklus hidupnya (60-80 hari), dan biasanya dalam sekali bertelur mampu menghasilkan telur sebanyak 300-500 butir. Continue reading